| Surabaya, Tempat Lahirnya Ide dan Tokoh Besar |
|
|
| Ditoelis oleh Kuncarsono Prasetyo | |
| Minggu, 02 November 2008 | |
![]() Jl Veteran (Willemskade) 1923 Saya menemukan banyak sekali inspirasi dari kota ini, bukan karena saya lama tinggal di Surabaya. Namun sejarah bersaksi kota ini begitu berpengaruh sejak permulaan abad 20 pada awal 1900-an. Banyak catatan tentang heroisme antipenjajahan saya rangkum kembali, saya telusuri kesaksian itu perjalanan ke tempat-tempat peristiwa itu terjadi, dari rak-rak buku-buku lawas, catatan reportase surat kabar kuno, hingga sisa-sisa ingatan kesaksian dari pelaku yang panjang umur. Saya mencoba melawan lupa. Menyuguhkan kembali kisah-kisah yang raib dari ingatan sejarah. Tentang cerita Indonesia merdeka, yang salah satu adegannya dimulai dari kota ini. Jl Veteran 1998 Banyak tokoh perjuangan yang lahir atau sekadar mampir untuk berguru ilmu di Surabaya saat itu. Di masa-masa pergerakan nasional tumbuh, tidak sedikit pula perkumpulan yang dibentuk di kota ini Presiden Pertama RI, Ir Soekarno lahir di Surabaya pada 6 Juni 1901. Hampir semua luput mencatat bahwa proklamator RI ini pertama kali menghirup udara di Kampung Pandean Gang IV nomor 40 Surabaya. Bukan di Kota Blitar seperti pemahaman kebanyakan orang. Bung Karno pertama kali mengenal politik juga di kota ini. Pada awal 1900-an, Surabaya memang menjadi rujukan macan-macan politik inlander alias pribumi. Ini karena karena sosok Hadji Oemar Said (HOS) Tjokroaminoto, seorang pemimpin kharismatis yang tingal di Peneleh gang VII nomor 29-31 Surabaya. “Selain Bung Karno, banyak tokoh yang sempat ngenger (mondok. Red) di rumah Tjokromainoto. Di Peneleh menjadi mencatat sejarah orang-orang besar negeri ini.” kata Joko Ernanto, penjaga rumah Cokromainoto ketika ditemui Surya, bulan lalu saat ulang tahun kelahiran Bung Karno. Di antara tokoh-tokoh itu adalah R Soewardi Soerjaningrat atau Ki Hadjar Dewantoro, Pemuda Alimin Darsono, dan Semaoen (anggota Sarekat Islam Merah yang kelak menjadi motor Partai Komunis Indonesia), Motor gerakan Budi Utomo, Dr Soetomo, juga memulai pergerakannya dari Bubutan Surabaya, Pencipta lagu Indonesia Raya, Wage Rudolf Soepratman menghabiskan hari harinya di Jalan Mangga kawasan Tambaksari Surabaya hingga akhir hayatnya. Motor Gerakan Muhammadiyah, KH Mas Mansyur pun mengbangkan pemikiran islam dan gerakan politiknya dari kota ini. Tentu masih banyak lagi. |
| < Sebeloemnja | Berikoetnja > |
|---|