|
Ditoelis oleh Kuncarsono Prasetyo
|
|
Rabu, 07 Juli 2004 |
Menjaga keabadian sejarah, bisa bermacam-macam cara. Mulai menyimpan teks-teks tua bersejarah dalam lemari dengan suhu terjaga, menuliskan kembali dalam sebuah buku hingga memigora dan memajangnya di tembok. Yang dilakukan Kuncarsono Prasetyo sedikit berbeda. Laki-laki berusia 29 tahun itu memilih untuk mencetaknya di atas kaos. |