|
Ditoelis oleh Kuncarsono Prasetyo
|
|
Selasa, 11 November 2008 |
 Bagian samping Gedung Brantas Gedung ini sekarang dikenal dengan nama Gedung Brantas. Kondisinya sedang tidak bverpenghuni setelah lama terjerat sengketa. Padahal jika membuka catatan sejarah persuratkabaran negeri ini, gedung ini tidak bisa dipisahkan dari lahirnya puluhan surat kabar prakemerdakaan. Koran berbahasa Belanda pertama di Surabaya yang bernama Soerabaiasch Handelsblad (1865-1942) pernah berkantor di gedung yang dulu bernama De Prottel ini. Didirikan oleh kongsi usaha dagang Andreas Heinrich Pröttel & Co yang dibangun pada tahun 1912. |
|
|
Ditoelis oleh Kuncarsono Prasetyo
|
|
Senin, 03 November 2008 |
|
 Kantor PBNU pertama sebelum pindah di Jakarta
Ada kampung unik yang tidak boleh dilewatkan kalau berkunjung ke Surabaya. Namanya Bubutan. Inilah kampung lawas di tengah kota yang masih terjaga keorisinalitasnya. langgam arsitektur bangunnya hampir semuanya bercorak awal abad 19. Sejarah yang menyelimuti kampung ini bahkan lebih besar ketimbang panjang gang gang di Bubutan.Memasukinya, seperti melewati lorong waktu. Kembali ke satu abat lampau. |
|
|
<< Moelai < Sebeloemnja 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Berikoetnja > Achirnja >>
|