|
Ditoelis oleh Kuncarsono Prasetyo
|
|
Senin, 24 November 2008 |
|
 Gang sempit pintu masuk kampung Kapasan Jika di catatan sebelumnya saya menggambarkan tentang kampung Kapasan, saat ini saya menceritakan beberapa penghuni kampung ini yang dilupakan orang. Orang-orang yang mengukir sejarah bangsa. Yang pertama bernama Siauw Giok Tjhan. Dia lahir dan besar di Kapasan, 23 Maret 1914 dan meninggal Leiden, Belanda, 20 November 1981.Dari gang sempit di belakang klenteng Boen Bio, Siauw menjadi politikus pejuang dan tokoh gerakan kemerdekaan Indonesia dari golongan Tionghoa.
|
|
|
Ditoelis oleh Kuncarsono Prasetyo
|
|
Selasa, 18 November 2008 |
|
Kalau mencari pecinan di Surabaya maka mampirlah ke Kapasan!. Kampung yang 80 persen penduduknya berdarah Tionghoa ini tidak sekadar menghantarkan kita serasa di Hongkong , namun Kapasan telah melegenda dari sekadar sebuah kampung. Sarat kisah heroik dan pemandangan unik.
Sayang sekarang sepi, hanya ada orang orang Tionghoa jompo yang kongkow di warung warung pojok kampung. Padahal ratusan tahun silam kampung ini terkenal begitu patriotis. Kungfu dan jiwa nasionalisme menjadikan Kapasan bukan sekadar kamp pecinan perantauan. Mari mampir..! |
|
|
<< Moelai < Sebeloemnja 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Berikoetnja > Achirnja >>
|